Halaman

Selasa, 02 Juli 2013

Merak Via Bojonegara


Gowes hari minggu tgl 9 Juni 2013 hanya diikuti oleh 2 goweser yaitu Om Moel dan Om Budi... Kali ini terpaksa saya engga bisa ikut karena harus ke Batavia menghadiri pernikahan Keponakan. Tujuan goweser pantang menyerah kali ini adalah ke Merak via Bojonegara. Seperti biasa start dimulai dari Palm Hills jam 6.15 langsung berangkat menuju “pom bensin” Kali Gandu untuk mengisi perut dengan menu nasi ketan plus telor asin di tambah teh manis. Cuaca yang cerah menambah semangat perjalanan kali ini. Plus semangat nambah nasi ketan di pagi hari tentunya heeee...




Setelah mengisi perut, perjalanan dilanjutkan menuju  Dermaga Penyeberangan Rakyat Grenyang, ditempat ini biasanya kalau hari sabtu dan minggu dipenuhi para mancing mania karena ditempat inilah biasanya mereka menyewa perahu untuk kemudian melakukan perjalanan menuju spot mancing dilaut lepas.


Sebelum sampai di Dermaga Penyeberangan Rakyat Grenyang, kami melewati Tempat Pelelangan Ikan Bojonegara, aktivitas pagi itu ramai, mulai dari nelayan yang membawa hasil tangkapan untuk dijual ditempat itu, pembeli yang menawar dan ditambah lagi para mancing mania yang membeli udang untuk umpan mancing mereka. Ikan, udang, cumi semuanya masih segar dan enak rasanya dan disini juga terdapat beberapa warung special tempat bakar ikan yang menyediakan nasi, lalapan dan sambalnya sekalian seperti di muara karang Jakarta.


Tidak jauh dari tempat pelelangan ikan, ada satu tempat yang sering dikunjungi oleh warga sekitar dan masyarakat dari luar Banten yaitu Gunung Santri. Gunung Santri merupakan nama kampung yang ada di Desa Bojonegara dan terletak diatas sebuah bukit. Di puncak Gunung Santri terdapat makam seorang Wali yaitu Syekh Muhammad Sholeh, beliau adalah Santri dari Sunan Ampel dan di dekat makam beliau terdapat makam pengawal sekaligus santri Syekh Muhammad Sholeh yaitu makam Malik, Isroil, Ali dan Akbar yang setia menemani syekh dalam meyiarkan Agama Islam. Jarak tempuh dari kaki bukit menuju puncak bejarak 500 M hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. 

Perjalanan dilanjutkan dari Dermaga Penyeberangan Rakyat Grenyang menuju pantai kelapa tujuh, jalur yang kami lalui adalah jalan aspal. Sepanjang perjalanan disisi kiri berderet crushing plant (pabrik pemecah batu), dijalur tersebut hambatan yang paling berat adalah debu dan truck pengangkut batu. Tidak lama dari lokasi tersebut disisi kanan kita berderet pabrik industri kimia setelah itu melewati tanjakan pertama.dan terlihat 3 cerobong asap milik PLTU Suralaya, kemudian melewati tanjakan kedua yang merupakan area PLTU Suralaya lalu lanjut tanjakan ke 3 lalu masuk area komplek perumahan PLTU Suralaya dan langsung menuju Indomart kelapa tujuh tepat jam 8.30.

Istirahat sambil menikmati pantai dengan anginnya yang sepai-sepoi ditambah menenggak minuman segar merupakan hal yang paling asyik dilakukan setelah bersepeda. Setelah melepaskan lelah, perjalanan kami lanjutkan menuju Hotel Merak Beach, disana kami melihat aktifitas penyeberangan  di pelabuhan merak dan beberapa orang mancing mania. Perjalanan kami lanjutkan menuju rumah masing-masing di Palm Hills dan sampai tepat jam 11.45.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar