Halaman

Selasa, 16 April 2013

Banten Girang



Banten Girang, Walaupun namanya sedikit lucu tempat ini mempunyai sejarah yang panjang mengenai Kesultanan Banten dan Kerajaan Pajajaran. Sejarah mencatat mengenai situs yang terletak di Desa Balaya, Sempu, Serang, Banten ini merupakan Kerajaan Islam pertama di Banten, yang awalnya merupakan Kerajaan Hindu dibawah kekuasaan Kerajaan Pajajaran.


  
Cagar Budaya ini terletak diantara Perumahan Elite dan Kampung padat penduduk sehingga hampir saja tergerus dengan bertambahnya rumah - rumah penduduk. Yang masih tersisa dari Cagar Budaya Banten Girang adalah makam Panglima Perang Kerajaan Pajajaran yang masuk Islam sewaktu Sultan Maulana Hasanudin berhasil mengalahkan Prabu Pucuk Umun yaitu Ki Mas Jong dan Agus Ju. Tak Jauh dari Makam terdapat Goa dengan tiga ruangan yang konon merupakan tempat bertapanya Prabu Pucuk Umun.


Sungguh disayangkan Cagar Budaya yang merupakan cikal bakal berdirinya Kesultanan Banten ini tidak dikelola dengan baik. Dan mungkin saja dengan berjalannya waktu tempat ini akan semakin tergusur dengan bertambahnya rumah - rumah penduduk. 

Senin, 08 April 2013

Cibangkong After Rain


Cibangkong, Gowes santai kali ini bertujuan ke trek istimewa yang selalu saja ramai di saat wekeend nya yaitu Cibangkong...  Hujan yang mengguyur kota Cilegon dan sekitarnya sejak Sabtu malam membawa kesejukan sampai ke hari Minggunya. Dan tentu saja hujan ini berdampak pada derasnya debit air Kali Cibangkong.


Tingginya debir air kala itu ditambah suara riang anak kecil yang tanpa memikirkan kesalamatannya dengan ceria terjun bebas ke kali dari sebuah batu besar seakan tidak perduli dengan Ujian Nasional yang akan dihadapi. Keceriaan yang selalu saja menambah kealamian daerah sekitar.

Hangatnya kue serabi, manisnya gula aren, dan hangatnya teh manis sungguh kenikmatan tiada duanya.... Desa Cibangkong sekali lagi telah memberikan kami pengalaman gowes yang tak terlupakan.

Sesuai jadwal gowes kali ini dilanjutkan dengan makan siang di rumah baru saya di Metro Cilegon. Youp, sebuah hunian sederhana untuk kami sekeluarga. Tidak terlalu jauh dari Palm Hills... yahhhh walaupun kini kami sekeluarga telah menempati rumah baru.... Gowes sebagai panggilan jiwa tetep tidak tergantikan.

Menu seadanya pun kami hidangkan untuk makan siang kali ini. Thanks untuk Om Mull, Om Budi, dan Om Riza yang telah menyempatkan diri untuk mampir sejenak dan menyantap hidangan yang disediakan. Tak sia - sia Istri memasak karena Om - Om makannya sangat bersemangat. Entah enak atau kelaparan akibat lelah bergowes, but Thanks for Attending Our Invitation. 





Kamis, 28 Maret 2013

Tour De' Tanara


Tour De' Tanara. 110 KM, 12 Jam, Palm Hills - Tanara - Palm Hills, Rute gowes yang menghabiskan stamina dan mental ini merupakan pengalaman gowes terjauh yang pernah kami lalui. Walaupun secara fisik dan mental kami sudah kehabisan stok. Sekali lagi alam mengajarkan kami untuk mengalahkan diri sendiri sehingga kami dapat pulang dengan selamat pada Pukul 18:30 di Palm Hills (Cilegon Barat).



Start dari Palm Jam 06:30 dilanjut gowes santai menuju Tasikardi dan makam Sultan Kenari kemudian menyusuri sungai Cibanten untuk melihat makam Panglima Perang Raden Tumenggung Ariasatjadinata, mampir sejenak ke Pulau Dua dilanjutkan dengan makan siang Pecak Bandeng Sawah Luhur.

Di Pulau Dua kami bertemu dengan Jagawana yang sedang asik memancing ikan bloso, beliau tidak mengijinkan sepeda untuk masuk ke area Pulau Dua sehingga kami harus berjalan kaki menuju bibir pantai. Sang Jagawana ini setelah kami telusuri keesok harinya melalui mbah google ternyata bernama Bp. Mad Sahi seorang legendaris pencinta Pulau Dua dan burung - burung yang ada disana. Beliau telah dianugerahi Kalpataru (1983) dan Satya Lencana bidang lingkungan hidup (1995). Sungguh menyesal kami tidak googling terlebih dahulu mengenai detail dari Pulau Dua sehingga ada banyak pelajaran yang seharusnya dapat kami pelajari dari Bp. Mad Sahi.  

Setelah perut terisi oleh Pecak Bandeng yang sambelnya HOTTTTT banget. Gowes dilanjutkan menyisiri jalan tepi pantai yang merupakan jalan yang telah dibangun pada masa Daendles yaitu Pontang - Tirtayasa - Tanara.


Sesampainya di Tanara kami langsung bertanya ke penduduk sekitar mengenai lokasi dari Masjid Agung Tanara, yang konon merupakan Masjid pertama yang di bangun di Banten. Masjid ini di bangun oleh Sultan Maulana Hasanudin akan tetapi karena Masjid ini berdekatan dengan rumah Syeh Nawawi banyak masyarakat yang mengira bahwa masjid ini dibangun oleh beliau.


Sesampainya di Masjid Tanara, karena udara sangat panas dan kebetulan bertemu dengan penjual cincau kami pun melepaskan dahaga dengan memakan es cincau. Sayang minuman tradisonal ini sudah menggunakan sirup dengan pewarna yang WAH.....


Sebelum pulang kami menyempatkan untuk melihat makam dari orangtua Syeh Nawawi yang berjarak kira - kira 500 m, dan ternyata disini lebih ramai dari suasana Masjid Tanara. Banyak sekali masyarakat yang berziarah ke makam ini dan tentu saja hal ini mengundang pengemis dan pedagang asongan.

Perjalanan gowes kembali ke Palm adalah hal yang sangat menantang, secara fisik ataupun mental sesungguhnya kami sudah tidak sanggup untuk bergowes. Tapi disinilah tantangannya, kami akhirnya diajarkan untuk mengalahkan diri sendiri sehingga tiba dengan selamat sampai di Palm jam 18:30.

 More Photos : https://picasaweb.google.com/118015454831154083739/TourDeTanara

Senin, 18 Maret 2013

Desa Garung Session 2


Desa Garung Session 2. Gowes kali ini bertujuan mengobati rasa penasaran kami akan segarnya air Sungai Desa Garung karena gowes sebelumnya ke Sungai ini kami tidak membawa persiapan untuk berenang.


Gowes kali ini beranggotakan Om Mull, Om Diding, Om Budi, Om Ketut, Om Riza, dan saya. Start dari Palm Hills Jam 06:45 dikarenakan Om Mull mengalami kontraksi beberapa kali dilanjut dengan mencari sarapan yang ternyata di hari itu tidak ada satupun penajaja sarapan yang berjualan. Setelah mutar - mutar di Perumahan Damkar KS akhirnya Om Budi dapat menikmati sarapan di Warung Ibu YD.

Selepas sarapan kami pun lanjut gowes ke Kawasan Industri KS dimana Om Ketut sudah sabar menanti di Jalan Raya Anyer. Sepanjang perjalanan menuju Chandra Asri ban belakang sepeda saya mengalami bocor halus dan terpaksa harus sering memompa sepeda.

Dari Chandra Asri kami lanjutkan menuju Indomaret Pasar Anyer untuk membeli perbekalan. Dan setibanya di Sungai Desa Garung langsung saja Om Mull tanpa malu - malu nyebur ke Sungai dilanjut Om - Om lainnya. Merasakan kembali indahnya masa kanak - kanak dengan tertawa lepas berendam di Sungai Garung adalah moment yang tidak semua orang dapat merasakannya.

Setelah puas berendam di Sungai gowes dilanjutkan menuju ikan bakar Babe Juned didepan Kecamatan Anyer. Rasa kenyang dan kantuk menjadi musuh No. 1 setelah kegiatan ini, untung saja Om Ketut menyemangati kami untuk tetap bergowes menuju rumah masing - masing (awalnya mau sewa angkot heee).

Setibanya di Kawasan KS tepatnya di dekat KS POSCO Om Diding mencoba melakukan aktraksi melewati selokan sambil meloncatinya. Sayang karena moment yang kurang tepat ban belakang pun pecah. Terpaksa harus mengganti ban dalam (salut untuk usahanya). Dan Pukul 14:30 adalah waktu yang kami perlukan kali ini untuk kembali ke rumah tercinta.

 More Photos : https://picasaweb.google.com/118015454831154083739/DesaGarung2

Senin, 11 Maret 2013

Pakuncen


Pakuncen, Gowes santai yang semula hanya direncanakan mengitari Desa Tegal Bunder dan Jalur Pipa Gas Cilegon pun terlewati akibat insting liar yang timbul setelah merasakan sejuknya udara Kota Cilegon kala itu. Setelah melewati Sungai kami memutuskan untuk belok ke kiri menuju Desa Pakuncen.


Sepanjang perjalanan kami disajikan trek tanjakan yang luar biasa bikin pegel, sesekali kami pun harus istirahat sejenak untuk menghilangkan rasa lelah yang mencapai limitnya. Di atas perbukitan kami bertemu dengan beberapa warga sekitar yang selalu memberikan salam ramahnya setiap kali berpapasan, tak hanya itu alam pun menyajikan pemandangan yang luar biasa indahnya. Sesekali kami bertemu dengan Burung Elang yang dengan gagahnya mengitari langit sekitar. 

Gowes kali ini kami mendapatkan bonus tidak terduga berupa air terjun yang cukup exsotis. Air terjun ini terbentuk akibat dari tingginya curah hujan di malam sebelumnya, bahkan terdapat air terjun di bukit yang lain dengan debit air yang lebih tinggi. Selepas air terjun Desa Pakuncen, trek selanjutnya adalah turunan dengan rute akhir Pasar Merak. Dari Pasar Merak kami lanjut gowes menuju mie ayam didepan Kantor Pos Merak, ditempat ini kami mengisi tenaga untuk kembali gowes ke Palm. 

Youp... Rute gowes yang tidak direncanakan ini start jam 06:30 dan Finish jam 13:00. Walaupun tanpa perencanaan gowes kali ini sekali lagi menambah wawasan kami bahwa Cilegon pun ternyata memiliki air terjun yang indah nan menawan.

More Photos :
https://picasaweb.google.com/118015454831154083739/Pakuncen 

Rabu, 27 Februari 2013

Desa Garung Anyer


Desa Garung Anyer. Setelah sempat tertunda selama beberapa minggu, dan hampir saja tertunda dikarenakan anggota yang tidak lengkap akhirnya berkat sms dari Pak Tahmid sebagai penguasa wilayah Anyer gowes ke Desa Garung pada tanggal 24 Pebruari 2013 pun dapat terlaksana.



Start dari Palm Hills jam 06:30 dilanjut dengan sarapan bubur ayam di bunderan damkar, lanjut ke kawasan Industri Krakatau Steel, keluar di pintu masuk PT Krakatau Bandar Samudera lalu berfoto sejenak di tempat nyangkulnya Om Mull, Om, Budi, dan Pak Tahmid di PT Chandra Asri Petrochemical, Tbk., menyusuri Jalan Raya Anyer yang dibangun susah payah oleh keringat pribumi pada masa kepemimpinan Daendels, Pasar Anyer, Kecamatan Anyer (Ikan Bakar Babe Juned), Desa Garung. 

Setelah melewati Kecamatan Anyer dan ketika sedang asiknya menikmati setiap gowesan tiba - tiba saja terdengar suara sepasang Kakek - Nenek yang memanggil nama Pak Tahmid, ternyata mereka adalah Guru Pak Tahmid ketika masih SMP dulu. Emmmmmm selalu saja ada hal menarik jika bergowes ria dengan Pak Tahmid. Langsung saja kami memarkirkan sepeda kami di Saung Abah yang ditanami pohon rambutan yang sedang berbuah. Sekali lagi sungguh masyarakat Banten memang sangat ramah terhadap goweser, tanpa pamrih kami pun disuguhi dengan sebak penuh rambutan (Manisnyaaaa).


Setelah beristirahat sejenak di Saung Abah kami melanjutkan gowes menuju Desa Garung, ditengah perjalanan kami menemukan jembatan yang dialiri sungai yang sangat jernih dan deras. Tanpa komando langsung saja Pak Budi dan saya turun ke bawah untuk merasakan segarnya air tersebut. Setelah puas bermain air ditempat ini perjalanan dilanjutkan untuk menuju Desa Garung. 

Setibanya di Desa Garung kami menemukan aliran sungai yang lebih lebar dan deras. Disini kami beristirahat dan memakan bekal rambutan yang diberikan oleh Abah. Sebelum pulang kembali ke Palm Hills tidak lupa kami mengisi perut yang kelaparan dengan makan Ikan Bakar di Warung Babe Juned yang terletak pas di depan Kecamatan Anyer (Ikan Bakarnya murah dan lezat). Selepas makan siang yang sungguh membuat perut buncit kami pun memutuskan untuk kembali pulang ke Palm Hills dengan bergowes, walaupun udara sangat panas tidak menjadi alasan bagi kami untuk menyewa angkot kali ini. Karena apa yang kami lakukan tidaklah seberapa jika dibandingkan dengan keringat dan perjuangan bangsa ini ketika membangung Jalan Raya Anyer pada masa Pemerintahan Daendels.

More Photos :
https://picasaweb.google.com/118015454831154083739/DesaGarungAnyer

Senin, 04 Februari 2013

Just Pasar Mancak

Just Pasar Mancak. Yuppp.... Dikarenakan minggu ini banyak sekali aktivitas rumah dan PR kantor yang harus diselesaikan kami pun memutuskan kali ini hanya bergowes santai ke Pasar Mancak. Sesuai doa yang diharapkan udara pagi itu mendung dengan hujan rintik - rintik dan sesekali disertai hujan lebat. 

Setelah Finish di Pasar Mancak kami langsung balik kanan dan kembali ke Palm. Sebelum sampai rumah tepatnya di Kantor KTI kami belok ke kanan untuk menikmati pemandangan Waduk Nagra, Krenceng. Waduk buatan ini merupakan tempat penampungan air dari Sungai Cidanau yang selanjutnya diolah oleh KTI untuk didistribusikan ke rumah warga di Cilegon ataupun Pabrik yang berada di kawasan Industri Krakatau Steel. 

Setibanya di Waduk Nagra, tak lupa kami mengabadikan special moment dengan berfoto ria sambil meminjam pancingan yang berada disekitar waduk, Youp.... berharap ada frame fullsus yang menyangkut di kail (mimpi sambil melamun). 

Ketika gowes dilanjutkan untuk menuju Simpang Tiga Cilegon tiba - tiba hujan mengguyur dengan lebatnya, untung saja Es Oyen yang menjadi  rencana penutup Culinary kali ini tutup. Karena berdasarkan rencana awal apapun yang terjadi harus makan Es Oyen (bisa flue ini).

Untuk mengganti menu Es Oyen kami pun memutuskan menikmati hangatnya pisang goreng, tempe goreng, dan tahu goreng Top Bandung yang berada di depan Alfa Mart sebelah Bank Mandiri Simpang Tiga. Setelah dicicipi ternyata rasa pisang gorengnya Maknyossssss. Sebagai pelengkap gowes kali ini kami pun membungkus beberapa pisang goreng sebagai oleh - oleh keluarga di rumah.